Nobody’s Perfect

January 4th, 2007 by ff-phoenix

Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka kangen2an, ngobrol santai sambil minum kopi di sebuah cafe.Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal2 nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

"Ngomong2, mengapa sampai sekarang kamu belum menikah" ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.

"Sejujurnya sampai saat ini saya masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu waktu saya di Bandung, saya berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat pintar. Saya pikir inilah wanita ideal saya dan cocok menjadi istri saya. Namun belakangan di masa pacaran ketahuan dia amat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu.

"Di Yogyakarta saya ketemu seorang perempuan yang cantik jelita ,ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun belakangan saya ketahui, ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

"Dan ketika aku di Jakarta, aku ketemu wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan apalagi bila diajak berbicara, selalu nyambung dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui kalau dia dari keluarga yang berantakan dan selalu menuntut. Akhirnya kami berpisah.

"Saya terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan kelemahan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua dengan wanita ideal yang saya dambakan selama ini. Ia begitu cantik, pintar, baik hati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan sayang kepada orang lain. Saya pikir inilah pendamping hidup saya yang dikirim oleh Tuhan untuk saya"

"Lantas," sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan "Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak langsung meminangnya?"

Yang ditanya diam sejenak dan akhirnya dengan suara lirih si bujangan itu menjawab, "Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna"

NB: So,udah tahu donk maksud dari cerita ini ? …. Nobody’s perfect. Jadi engga usah menyia-nyiakan apa yang udah ada di hadapan kita ,belum tentu nanti kita mendapatkan yang lebih baik dari yang sekarang kita dapat, ok! Lagian kalo kita mau mencari yang sempurna, check dulu diri kita sendiri, apakah sudah sempurna di hadapan orang lain.

Pagar dan Sahabat

December 20th, 2006 by ff-phoenix

Pernah ada anak lelaki yang berwatak
buruk. Ayahnya memberi dia
sekantung penuh paku, dan menyuruh
memaku satu batang paku di pagar
pekarangan setiap kali dia kehilangan
kesabarannya atau berselisih
paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di
pagar. Pada minggu-minggu
berikutnya dia belajar untuk menahan
diri, dan jumlah paku yang
dipakainya berkurang dari hari ke
hari. Dia mendapatkan bahwa lebih
gampang menahan diri daripada memaku
di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak
perlu lagi memaku sebatang paku pun
dan dengan Gembira disampaikannya hal
itu kepada ayahnya. Ayahnya
kemudian menyuruhnya mencabut sebatang
paku dari pagar setiap kali bila
dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba
harinya dia bisa menyampaikan
kepada ayahnya bahwa semua paku sudah
tercabut dari pagar. Sang ayah
membawa anaknya ke pagar dan
berkata: "Anakku, kamu sudah baik,
tetapi coba lihat betapa banyak lubang
yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan
kembali seperti semula."

Kalau kamu berselisih paham atau
bertengkar dengan orang lain, hal itu
selalu meninggalkan luka seperti pada
pagar. Kau bisa menusukkan pisau
di punggung orang dan mencabutnya
kembali, tetapi akan meninggalkan
luka. Tak peduli berapa kali kau
meminta maaf/menyesal, lukanya
tinggal. Luka melalui ucapan sama
perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang
langka. Mereka membuatmu tertawa dan
memberimu semangat. Mereka bersedia
mendengarkan jika itu kau perlukan,
mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu
betapa kau menyukai mereka.

KISAH TIGA POHON

December 17th, 2006 by ff-phoenix

Alkisah, ada tiga pohon di dalam
hutan. Suatu hari, ketiganya saling
menceritakan mengenai harapan dan
impian mereka.

Pohon pertama berkata, "Kelak aku
ingin menjadi peti harta karun. Aku

akan diisi dengan emas, perak dan
berbagai batu permata dan semua orang
akan mengagumi keindahannya."

Kemudian pohon kedua berkata, suatu
hari kelak aku akan menjadi kapal
yang besar. Aku akan mengangkut raja-
raja dan berlayar ke ujung dunia.

Aku akan menjadi kapal yang kuat dan
setiap orang merasa aman berada dekat
denganku.

Akhirnya pohon ke tiga berkata, Aku
ingin tumbuh menjadi pohon yang
tertinggi di hutan di puncak bukit.
Orang-orang akan memandangku dan
berpikir betapa aku begitu dekat untuk
menggapai surga dan Tuhan. Aku akan
menjadi pohon terbesar sepanjang masa
dan orang akan mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar
impian terkabul, sekelompok penebang
pohon datang dan menebang ketiga pohon
itu. Pohon pertama dibawa ke tukang
kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu
bahwa ia akan dibuat menjadi peti
harta karun. Tetapi doanya tidak
menjadi kenyataan karena tukang kayu
membuatnya menjadi kotak tempat
menaruh makan ternak. Ia hanya
diletakkan di kandang dan diisi jerami.

Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal.
Ia berpikir bahwa doanya menjadi
kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong
dan dibuat menjadi sebuah perahu
nelayan kecil. Impiannya untuk menjadi
kapal besar untuk mengangkut raja-raja
telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-
potongan kayu besar dan dibiarkan
teronggok dengan gelap. Tahun demi
tahun berlalu, dan ketiga pohon itu
telah melupakan impiannya. Kemudian
suatu hari, sepasang suami-istri tiba
kandang. Sang istri melahirkan dan
meletakkan bayinya di atas tumpukan
jerami di kotak makanan ternak yang
dibuat dari pohon pertama. Orang-orang
datang menyembah bayi itu. Akhirnya
pohon pertama sadar bahwa didalamnya
diletakkan harta terbesar sepanjang
masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekolompok
laki-laki naik ke atas perahu nelayan
yang dibuat dari pohon ke dua. Di
tengah danau, badai besar

datang DAN pohon kedua berpikir bahwa
ia tidak cukup kuat untuk melindungi
orang-orang didalamnya. Tetapi salah
seorang laki-laki itu berdiri dan
berkata, "DIAM!" Tenanglah! dan
badaipun berhenti. Ketika itu, tahulah
bahwa ia telah mengangkut Raja diatas
segala raja.

Akhirnya, seorang datang dan mengambil
pohon ke tiga. Ia dipikul sepanjang
jalan sementara orang-orang mengejek
lelaki yang memikulnya.

Laki-laki ini kemudian dipakukan di
kayu ini dan mati di puncak bukit.

Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia
demikian dekat dengan Tuhan,karena
Yesus yang disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAAN TIDAK SEPERTI YANG
ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH TUHAN
MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU
PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU
BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON
MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN.
TETAPI TIDAK DENGAN CARA SEPERTI YANG
MEREKA BAYANGKAN. KITA TIDAK SELALU
TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA
HANYA TAHU BAHWA JALANNYA BUKANLAH
JALAN KITA, TETAPI JALANNYA ADALAH
YANG TERBAIK. GOD BLESS YOU ALL!!

Bedanya Suka, Sayang ‘n Cinta

December 17th, 2006 by ff-phoenix

Pada saat orang yang kau suka
menyakitimu, maka kau akan marah dan
tidak mau lagi bicara padanya…
Pada saat orang yang kau sayang
menyakitimu, kau akan menangis
untuknya…
Pada saat orang yang kau cinta
menyakitimu, kau akan berkata, gpp dia
cuma ga tau apa yang dia lakukan

Suka adalah hal yang menuntut
Sayang adalah hal yang memberi dan
menerima
Cinta adalah hal yang memberi dangan
rela

Saat kau menyukai seseorang, kau ingin
memilikinya untuk keegoisanmu
sendiri…
Saat kau menyayangi seseorang, kau
ingin sekali membuatnya bahagia, bukan
untuk dirimu sendiri…
Saat kau mencintai seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk
kebahagiaannya…

Suka adalah kau akan menemaninya bila
itu menguntungkan
Sayang adalah kau akan menemaninya
saat dia membutuhkan
Cinta adalah kau akan menemaninya di
saat bagaimana pun keadaanmu

Suka adalah saat dia menangis kau akan
berkata, sudahlah jangan menangis
Sayang adalah saat dia menangis dan
kau akan menangis bersamanya
Cinta adalah saat dia menangis dan kau
akan membiarkannya menangis di
pundakmu sambil berkata, mari kita
selesaikan masalah ini bersama-sama

Suka adalah pada saat kau melihatnya
kau berkata dia sangat cantik atau
tampan
Sayang adalah saat kau melihatnya dari
hatimu dan bukan dari matamu
Cinta adalah pada saat kau melihatnya,
kau berkata, buatku dia adalah anugrah
terindah yang pernah Tuhan berikan
padaku

Saat kau menyukai seseorang dan berada
di sisinya maka kau akan bertanya
bolehkah aku menciumu?
Saat kau menyayangi seseorang dan
berada di sisinya maka kau akan
bertanya, bolehkan aku memelukmu?
Saat kau mencintai seseorang dan
berada di sisinya maka kau akan
menggenggam erat tangannya…

The Philosophy of Love

December 17th, 2006 by ff-phoenix

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

ketika kita menangis?

ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN

dengan kita..kita bergabung dengannya

dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan

CINTA…

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan..

Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan…

Tapi ingatlah…

melepaskan BUKAN akhir dari dunia..

melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,

mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari…

dan mereka yang telah mencoba..

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai

betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan

mereka..

CINTA yang AGUNG?

Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan MASIH peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu

dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut

berbahagia untukmu’.

Apabila cinta tidak berhasil…

BEBASKAN dirimu…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas LAGI ..

Ingatlah…

bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..

tapi..

ketika cinta itu mati… kamu TIDAK perlu mati bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..

MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana…

dalam perjalanan kehidupan,

kamu belajar tentang dirimu sendiri..

dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.

HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang

telah kau buat.

TEMAN SEJATI…

mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa..’

Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’

Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’

Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata

‘Bolehkah saya masuk?’

MENCINTAI…

BUKANlah bagaimana kamu melupakan..

melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..

BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan..

melainkan bagaimana kamu MENGERTI..

BUKANlah apa yang kamu lihat..

melainkan apa yang kamu RASAKAN..

BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..

melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…

dibandingkan menangis tersedu2..

Air mata yang keluar dapat dihapus..

sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka

yang tidak akan pernah hilang..

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..

Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah,

kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia..

dapat mencintai seseorang..LEBIH dari kamu mencintai

dirimu sendiri..

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai

seseorang

BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita

MELAINKAN karena kita menyadari

bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita

melepaskannya.

Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..

jangan percaya bahwa melepaskan

SELALU berarti kamu benar2 mencintai

MELAINKAN…BERJUANGLAH demi cintamu.

Itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan

DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’

Kadang kala,

orang yang kamu cintai adalah

orang yang PALING menyakiti hatimu

dan

kadang kala, teman yang menangis bersamamu

adalah cinta yang tidak kamu sadari…

DOA MALAM

December 17th, 2006 by ff-phoenix

Bapa di surga …
Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa. Bapa di surga….
Nah, ya’kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?
Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini’kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?
Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?
Ya, teruskan doamu. Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.
Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…
Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Kamu selalu merasa dirimu paling benar. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya. Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Maksudmu orang-orang seperti Dion, Joko, dll?

Dion?
Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap kebaktian.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu’kan? Ayo…

Aku tidak mau.
Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku mengampuni sesamaku.
Bagaimana dengan Billy, Ahmad, dll?

Nah, betul’kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.
Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya’kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?
Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy, Ahmad, dll. yang telah melukai hatimu dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?
Sungguh, apa pun yang terjadi. Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?
Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!
Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya’kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Ya, setiap kata; setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?

Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu. Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga. Amin…..